Target Tahun 2030 Seluruh Anak Indonesia Memperoleh Akses PAUD

Dalam poin keempat dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) atau Agenda Pendidikan 2030, tercantum target agar seluruh anak-anak mendapatkan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pendidikan pra-SD. Untuk pemerintah Indonesia sendiri, ditargetkan pada tahun 2030 seluruh anak Indonesia sudah memperoleh akses pendidikan pra-SD.

Bukan hanya target semua anak bisa masuk PAUD namun akses terhadap perkembangan, perawatan dan pendidikan pra-SD (PAUD) yang bermutu pun menjadi agenda pemerintah. Di Indonesia upaya mencapai target tersebut sudah dimulai dengan Program Satu Desa Satu PAUD. Berdasarkan data sampai

tahun 2016,  tercatat 72,29% atau 58.174 desa di seluruh Indonesia telah memiliki PAUD. Saat ini berdasarkan Dapodik PAUD 2016, jumlah PAUD di seluruh Indonesia mencapai 190.225 lembaga.

Capaian lainnya adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang mencapai 70,10%. Meskipun harus diakui di beberapa daerah, capaian APK PAUD masih di bawah rata-rata nasional.  Di balik itu, pertumbuhan PAUD menimbulkan tantangan tersendiri, yakni kualitas penyelenggaraan PAUD. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya mewujudkan target SDGs dengan mulai memberikan DAK BOP PAUD sebesar Rp600 ribu per tahun untuk 190.158 lembaga PAUD.

Bantuan ini diprioritaskan bagi peserta didik PAUD usia 4-6 tahun. Upaya lainnya ditempuh dengan menyalurkan bantuan alat permainan edukatif melalui dana dekonsentrasi dan meningkatkan mutu guru melalui diklat berjenjang.

Upaya mewujudkan PAUD berkualitas juga dilakukan melalui penumbuhan budi pekerti anak sejak dini. Ada beragam cara yang ditempuh. Di antaranya melalui komik, lagu, dongeng, cerita rakyat, buku-buku berbasis bahasa ibu, pedoman guru tentang pelaksanaan kurikulum 2013, serta pedoman pengawasan penggunaan bahan pembelajaran, dan Alat Permainan Edukatif (APE).